Guru Supiani, adalah salah seorang da’i ilallah dari Desa ilir Mesjid, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Diantara kalam beliau:
“Diceritakan : Ada seorang aulia Allah Ta’ala, seorang wali, di takuni (tanya) oleh malaikat Izrail. Izrail batakun : wahai aulia Allah Ta’ala, jikalau ikam diberi umur beberapa saat lagi ikam mati, apa nang ikam gawi? Aku jar handak berwudhu lalu sembahyang sunnat. Pas sembahyang sunat lalu dicabut malakal maut, baik. Aku handak membaca al-Qur’an, baik. Aku handak berdzikir, baik. Tapi apa jawaban aulia Allah tadi : “Aku handak menggunakan dalam waktu yang singkat itu untuk dapat hadir di majelis ilmu agama”, Karena orang yang hadir di majelis ilmu agama itu, yang pertama mendapatkan do’anya malaikat, dan yang kedua, orang itu dalam keadaan tawadhu’ kepada Allah Ta’ala. Kenapa? Karena orang yang menuntut ilmu itu menampakkan gayanya itu kerendahan diri kada bailmu hakun (mau) duduk, kada ba-isi pendapat hakun duduk”.
“Kata Imam Ghazali, apabila hendak melihat kuatnya iman seseorang, harkatul jismi ‘ala ta’at, awaknya itu rancak dipergunakan dalam perbuatan ta’at
Tidak ada komentar:
Posting Komentar