Ustadz Atriannor adalah salah seorang da’i ilallah dari Alabio, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Diantara kalam beliau:
“Dunia ini jangan dilaknat, karena disitulah kita beramal. Artinya, cintai nang perlu kita cintai. Nang kada kita cintai, kita tinggalkan. Jadi kaidahnya, setiap sesuatu yang mendekatkan diri kepada Allah, walaupun dunia (maka) itu bukan dunia, tetapi (merupakan amalan, pen) akhirat. Dan setiap sesuatu yang menjauhkan kita dengan Allah Subhanahu wa ta’ala, maka itulah yang dinamakan dunia yang wajib kita tinggalkan.”
“Sesungguhnya kebahagiaan itu tergantung dengan kedekatam kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Makin kita dekat dengan Allah, semakin kita tu (merasakan) bahagia”.
“Kalau hendak dekat kepada Allah, kerjakan perintah Allah dan tinggalkan larangan Allah. Sekarang pertanyaannya apakah kita dapat terus menerus nang kaya itu? Nafsu itu tabiatnya memang benci kepada kebenaran dan cenderung kepada yang bathil. Begitulah tabiat nafsu kita. Tapi apabila kita mampu mengendalikannya (dengan) sabar, sedikit demi sedikit, insya Allah kita akan dapat dekat dengan Allah. Bila sudah dekat dengan Allah maka kita akan bahagia”.
“Kita bersedekah itu intinya mahutangi Allah, atau minta simpaniakan lawan Allah”.
“Bila handak turun malaikat dalam rumah, rancaki (sering-sering) baca qur’an. Bila kita membaca al-Qur’an (maka) malaikat turun, berarti iblis setan keluar:.
“Ketenangan jiwa itu adanya disini (sanubari/hati) bukan dimateri. Banyak orang sugih tapi mencari ketenangan ada nang ke gunung, ada nang ke hutan, ada nang kelautan. Sebetulnya ketenangan jiwa itu ada dalam al-Qur’an. Mana buktinya ? Siapa yang membaca al-Qur’an dengan bujur-bujur membacanya (secara) tartila, maka malaikat turun disisinya dan ketenanganpun juga umpat turun. Ituloah faedahnya orang membaca al-Qur’an”.



.jpg)
.jpg)