Minggu, 05 Agustus 2018

KH. MA'SHUM YASIN


 
KH. Ma’shum Yasin adalah salah seorang pendiri Madrasah Aliyah “Muallimin” Muhammadiyah Alabio. Beliau pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Cabang Muhammadiyah Alabio periode 1965 – 1971.

Kamis, 02 Agustus 2018

KH. SABERAN bin SANU




KH. Saberan bin Sanu lahir di Amuntai pada sekitar tahun 1888 M. Beliau anak ke-10 dari 13 bersaudara. KH. Saberan adalah orang tua dari KH. Dja’far Saberan, pengarang beberapa buku keagamaan, yang juga pernah menjadi Ketua MUI Samarinda, dan H. Ali Saberan yang terkenal mengelola Toko Buku “Sumber” Amuntai, yang juga pernah menjadi Pegawai Kantor Penerangan Kabupaten Hulu Sungai Utara.

KH. NAFIAH MUHJA



KH. Nafiah Muhja lahir di Amuntai, Kamis, 29 Desember 1949 M (bertepatan dengan 8 Rabiul Awwal 1369 H). Setelah lulus dari Pondok Pesantren “Rasyidiyah Khalidiyah” Amuntai, beliau melanjutkan kuliah ke Fakultas Tarbiyah di Barabai (1970 – 1974), setelah itu menyambung ke Perguruan Tinggi Islam di Banjarmasin.
Berbagai jabatan yang pernah beliau emban diantaranya sebagai Kepala Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin (2002 – 2005) yang membawahi area regional Kalimantan (Kalsel, Kalteng dan Kaltim), Instruktur Pengajar Widyaiswara (2006 – 2010). Setelah pensiun dari pegawai, beliau dipercaya untuk memimpin organisasi keagamaan yaitu sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarbaru periode 2010 – 2015, dan sekarang terpilih kembali untuk periode 2015 – 2020).
Beliau pernah menjadi juara I kategori Keluarga Sakinah Teladan Tingkat Kota Banjarbaru dan juara III Kategori Keluarga SakinahTingkat Provinsi Kalimantan Selatan.  
Telah berpulang ke rahmatullah pada hari Senin, 11 April 2022 M (bertepatan dengan 9 Ramadhan 1443 H). Di makamkan di Alkah Kuburan Muslimin Guntung Lua Banjarbaru.

Di antara kalam beliau:

“Melaksanakan ajaran agama dengan sepenuh hati dan keyakinan yang mantap, karena hakekat hidup manusia adalah beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan itulah jalan yang lurus menuju sukses hidup dunia akherat”.

“Kalau bisa lazimkan membaca al-Qur’an setiap hari diluar bacaan shalat. Meski satu atau beberapa ayat, fahami makna artinya. Inshaa Allah terhindar dari kepikunan”

“Sedekah adalah sikap terpuji yang banyak memberikan manfaat bagi siapapun yang rajin dan penuh keridhaan melakukannya demi mencapai berkah dalam kehidupan”.

“Pahala sedekah tidak akan pernah putus meskipun pemberi sedekah sudah meninggal dunia”

KH. ASLI HUSAINI


KH. Asli Husaini bin Jaim, lahir di Alabio. Beliau hijrah ke Kalimantan Timur kemudian pada tahun 1978 mendirikan  Pondok  Pesantren “Darul Ihsan” di Teluk Lerong Ilir Samarinda.
Berlatar belakang pendidikan PP Musyawarah at-Thalibin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang sebagian besar guru-guru beliau waktu itu adalah lulusan PP Gontor, dan ada juga yang dari Mekkah dan Madinah. Beliau mempunyai keahlian dalam bidang Bahasa Arab dan al-Qur’an.
Pondok Pesantren “Darul Ihsan” menyelenggarakan pendidikan dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah sampai Madrasah Aliyah. Ada pula program Takhassus Bahasa Arab dan Dakwah Islamiyah.
Program Takhassus diperuntukkan bagi para santri yang ingin mendalami materi agama dan dakwah dengan pengkajian kitab kuning berbahasa arab, guna mempersiapkan santri takhassus sebagai calon-calon da’i yang siap terjun ke masyarakat setelah selesai menempuh pendidikan di ponpes.
Beliau telah berpulang ke rahmatullah pada tahun 2001 M (1422 H)