Minggu, 01 Maret 2026

Guru H. Masyudin

 

Tuan Guru H. Masyuddin adalah da’i ilallah dari Desa Pasar Senin, Kecamatan Amuntai Tengah. Beliau jugapendidik di Pondok Pesantren Ar-Raudhah, Pasar Senin, Amuntai.

Diantara kalam beliau:

“Sifat kasih sayang adalah sifatnya para nabi-nabi, sifatnya para wali-wali dan sifatnya orang-orang yang shaleh, sifatnya  bahkan sifatnyapenduduk langit, bahkah juga sifatnya Allah Subhanahu wa ta’ala. Bersifat kasih sayang kepada manusia, saling hormat menghormati bukannya saling benci membenci. Berkasih sayang kepada hamba Allah,  yaitu saling tolong menolong bukannya saling halang menghalangi. Bersifat kasih sayang kepada orang tua, selalu berbakti bukannya mendurhakai. Bersikap kasih sayang kepada orang yang lebih tua, selalu menghormati dan bersifat kasih sayang kepada yang lebih muda, selalu menghargai. Bersifat kasih sayang kepada orang yang sedang sengsara, hendaknya  selalu menolong semampunya, bukannya jahat sangka menyangka sebelum kita tahu tentang dirinya. Bersifat kasih sayang kepada guru yang selalu melajari kita, juga kita perhatikan keadaannya. Bersifat kasih sayang kepada anak-anak, kita selalu mendidiknya ke arah yang bagus dan baik. Bersifat kasih sayang seorang pemimpin masyarakat atau lembaga-lembaga yang teertentu hendaknya mendengarkan apa-apa yang mereka keluhkan”.

“Wahai orang yang miskin daripada ilmu dan amal, pikirkan olehmu pada dirimu karena kamu adalah orang yang  terutama menyuguhkan pikiran pada dirimu sendiri. Dan ingatlah bahwa kamu (nanti) bertempat dikuburan dan segerakan olehmu penyesalan akan keluputan ilmu amal, sebab datangnya  mati, maka betapa banyak di bawah tanah itu daripada penyesalan dan keluputan tidak mengerjakan ilmu dan amal kebajikan”.

“Tawadhu’ adalah sifat yang sangat mulia dan terpuji. Sifat tawadhu’ dipuji berbagai macam kalangan. Barangsiapa dapat bersifat tawadhu’ maka ia akan dipuji  Allah dan Rasul-Nya dan oleh manusia”.

“Tawadhu’ yaitu  merendah diri, merendah hati, merendahkan perasaan diri sendiri”

“Sifat tawadhu’ itu adalah sifat kehambaaa, sifat makhluk yang mengaku lemah.. Sifat tawadhu’ adalah obat daripada sifat takabur, sifat sombong yang selalu ingin tinggi”.

“Barangsiapa bersifat tawadhu’ maka ia beruntung hidup di dunia dan di akhirat”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar