Drs. H. M. Kursani Ahmad, M.Ag, lahir di Amuntai, Sabtu, 28 Agustus 1950 M (bertepatan dengan 19 Muharram 1443 H) adalah dosen Metodologi Ilmu Kalam pada UIN Antasari Banjarmasin.
Diantara kalam beliau:
“Dalam
al-Qur’an, Allah Subhanahu wa ta’ala pernah bersumpah dengan waktu. Sebagaimana
firman-Nya : “Demi masa (waktu). Sesungguhnya manusia berada
dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan
serta saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati untuk menetapi
kesabaran” (Qs. Al-ashr (103) : 1-3). Dengan
demikian, waktu sangat penting dan berharga. Oleh karena itu, Islam
memerintahkan umatnya agar mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya,
manfaatkan waktu semaksimal mungkin tanpa menunda-nundanya hingga waktu yang
lama. Menunda pekerjaan tidak saja sama artinya dengan menyia-nyiakan waktu,
tetapi lebih dari itu, akan merugikan diri kita sendiri. Waktu terbuang percuma
tanpa menghasilkan nilai amal. // Lebih
dari itu, sebagai manusia kita sebetulnya tidak tahu apa yang akan terjadi
dimasa yang akan datang. Penyesalan amat mungkin terjadi jika pekerjaan yang
sebetulnya dapat kita kerjakan tapi kita tunda. Allah Subhanahu wa ta’ala
memperingatkan kita dalam firman-Nya : fa
izaa faraghta fangshob, wa ilaa rabbika farghob, “Maka apabila engkau telah
selesai (dari mengerjakan sesuatu) maka kerjakanlah pekerjaan yang lain. Dan
hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap” (QS. Al-Insyirah (94) : 7 – 8). Dalam
suatu riwayat disebutkan, bahwa Ibnu Umar ra pernah berkata: “apabila engkau
memiliki suatu pekerjaan di sore hari, maka lakukanlah di waktu itu juga,
jangan menunda hingga waktu subuh. Demikian pula halnya, apabila ada pekerjaan
di waktu subuh lakukanlah diwaktu itu, jangan sampai menundanya hingga waktu
sore. Beramallah kalian jika sehat untuk bekalmu ketika sakit, dan beribadahlah
kamu ketika hidup untuk bekalmu ketika meninggal nanti.” // Dalam memanfaatkan waktu, Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memperingatkan tentang hal ini dengan
sabdanya: “ada 2 anugerah nikmat yang disia-siakan oleh
kebanyakkan manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang” (HR.
Bukhari). Seorang pujangga arab mengatakan dalam syairnya: “Janganlah
kamu sekalian menyia-nyiakan waktu sebab waktu itu bagaikan sebilah pedang.”
Oleh karena itu, kesempatan waktu yang ada kita manfaatkan dengan
sebaik-baiknya mungkin dengan pekerjaan yang bermanfaat, dan yang dapat
dipertanggungjawabkan dihadapan siapa saja, terutama di hadapan Allah Subhanahu
wa ta’ala kelak di akhirat nanti, apabila tidak demikian, pasti kita akan
celaka dikemudian hari”. (Khutbah beliau di Mesjid
Ar-Raudhah Ratu Zaleha Banjarmasin, 29
Tidak ada komentar:
Posting Komentar