Minggu, 01 Maret 2026

Drs. H.M. Kursani Ahmad, M.Ag

 

Drs. H. M. Kursani Ahmad, M.Ag, lahir di Amuntai, Sabtu, 28 Agustus 1950 M (bertepatan dengan 19 Muharram 1443 H)  adalah dosen Metodologi Ilmu Kalam pada UIN Antasari Banjarmasin.

Diantara kalam beliau:

       “Dalam al-Qur’an, Allah Subhanahu wa ta’ala pernah bersumpah dengan waktu. Sebagaimana firman-Nya : “Demi masa (waktu). Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran” (Qs. Al-ashr (103) : 1-3). Dengan demikian, waktu sangat penting dan berharga. Oleh karena itu, Islam memerintahkan umatnya agar mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya, manfaatkan waktu semaksimal mungkin tanpa menunda-nundanya hingga waktu yang lama. Menunda pekerjaan tidak saja sama artinya dengan menyia-nyiakan waktu, tetapi lebih dari itu, akan merugikan diri kita sendiri. Waktu terbuang percuma tanpa menghasilkan nilai amal. // Lebih dari itu, sebagai manusia kita sebetulnya tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Penyesalan amat mungkin terjadi jika pekerjaan yang sebetulnya dapat kita kerjakan tapi kita tunda. Allah Subhanahu wa ta’ala memperingatkan kita dalam firman-Nya : fa izaa faraghta fangshob, wa ilaa rabbika farghob, “Maka apabila engkau telah selesai (dari mengerjakan sesuatu) maka kerjakanlah pekerjaan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap” (QS. Al-Insyirah (94) : 7 – 8). Dalam suatu riwayat disebutkan, bahwa Ibnu Umar ra pernah berkata: “apabila engkau memiliki suatu pekerjaan di sore hari, maka lakukanlah di waktu itu juga, jangan menunda hingga waktu subuh. Demikian pula halnya, apabila ada pekerjaan di waktu subuh lakukanlah diwaktu itu, jangan sampai menundanya hingga waktu sore. Beramallah kalian jika sehat untuk bekalmu ketika sakit, dan beribadahlah kamu ketika hidup untuk bekalmu ketika meninggal nanti.” // Dalam memanfaatkan waktu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memperingatkan tentang hal ini dengan sabdanya: “ada 2 anugerah nikmat yang disia-siakan oleh kebanyakkan manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang” (HR. Bukhari). Seorang pujangga arab mengatakan dalam syairnya: “Janganlah kamu sekalian menyia-nyiakan waktu sebab waktu itu bagaikan sebilah pedang.” Oleh karena itu, kesempatan waktu yang ada kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya mungkin dengan pekerjaan yang bermanfaat, dan yang dapat dipertanggungjawabkan dihadapan siapa saja, terutama di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala kelak di akhirat nanti, apabila tidak demikian, pasti kita akan celaka dikemudian hari”. (Khutbah beliau di Mesjid Ar-Raudhah Ratu Zaleha Banjarmasin, 29

Tidak ada komentar:

Posting Komentar