
Ustadz H. Husaini Suni, Lc adalah Khadim
Majelis Cinta Banua, Banjarmasin. Beliau adalah pembina Yayasan “Ihsanul
Amal” Alabio, yang berkontribusi didalam pengembangan Sekolah Islam Terpadu,
Anggota Dewan Pembina SMP Islam Terpadu “Ukhuwah” Banjarmasin. Beliau
pernah mencalonkan diri menjadi cawabup Kabupaten Hulu Sungai Utara berpasangan
dengan H. Mukarram Fikri. Sekarang menjadi anggota DPRD Propinsi Kalimantan
Selatan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Diantara kalam beliau:
“Do’a yang terbaik untuk orang tua (yang sudah meninggal) adalah bagaimana orang tua itu bisa kita do’akan
dengan do’a ampunan. Orang yang sudah meninggal, yang paling dibutuhkannya
adalah maghfirah. Makanya kita dianjurkan berdo’a untuk orang tua itu : Rabbighfir
lii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa Rabbayaanii shagiiran (Ya Allah,
ampunilah aku dan kedua orang tuaku, kasihanilah mereka sebagaimana mereka
menyayangiku diwaktu kecil). Jadi perbanyaklah kita memintakan ampunan untuk
kedua orang tua. Karena memintakan ampunan untuk kedua orang tua itu salah satu
ciri orang yang berbakti kepada orang tua”.
“Ada ulama yang mengatakan : seseorang itu
baru bisa dikatakan dia berbakti, disamping ia ta’at kepada orang tua, baru
bisa berbakti (apabila) setelah selesai shalat 5 waktu, dia 5 kali minimal,
atau 5 kali membacakan “Rabbighfir lii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa
Rabbayaanii shagiiran”. Jadi 5 kali shalat berarti 25 kali kita mendo’akan
orang tua. Diharapkan (dengan demikian itu) kita bisa ditulis sebagai orang
yang berbakti kepada orang tua”.
“Cita-cita tertinggi orang yang punya iman
adalah sejak dini dia niatkan untuk menjadi seorang mujahid. Yang kelak,
apabila dia menjadi mujahid, dia akan mencapai cita-cita tertinggi dalam hidup
yaitu : al mautu fi sabilillah.”
“