KH. Ridha Ansyari bin KH. Gurdan Hadi (Kota Raden), lahir di Lampihong (sekarang masuk wilayah Kab. Balangan), Sabtu 12 Juli 1952 (bertepatan dengan 20 Syawal 1371 H). Berlatar belakang pendidikan madrasah. Sedangkan secara non formal beliau banyak mengaji duduk dengan para ulama. Diantaranya adalah dengan KH. Abdullah Masri (Desa Haur Gading) dalam bidang fiqih, dengan KH. Abdus Syukur (Teluk Tiram) dalam bidang Tauhid. Sedangkan dalam bidang tasawuf dan hadits beliau berguru dengan KH. Ahmad Muradi, dan dalam bidang ilmu alat dan usul dengan tuan guru Zarkasyi (Kelayan).
Saat menunaikan ibadah haji, beliau berkesempatan mengambil tabarruk dan mengambil ilmu dan sanad dengan ulama ulama besar di kota Mekkah pada saat itu, diantaranya Syekh Sayyid Muhammad Amin Qutbi, Sayyid Muhammad alMaliki, Syekh Yasin bin Isa alFadani, Syekh Hasan Masysyat, dan lain lain.
Disela sela kesibukan berdakwah, beliau ada membuat satu susunan tentang maulid yang diberi nama “ Majmu’ul Lathif fi Maulidin Nabi Syarif”.
Berpulang ke rahmatullah pada Selasa, 13 oktober 2015 (bertepatan dengan 29 Zulhijjah 1436 H).
Diantara nasehat beliau:
“Sering-seringah bermuhasabah terhadap amal kita, apakah lebih banyak perbuatan baiknya atau bahkan lebih banyak perbuatan dosanya”
“Utamakanlah urusan agama dulu dibanding urusan dunia”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar