Selasa, 04 Agustus 2026

Guru Mastur


 

Guru Mastur adalah salah seorang da’i ilallah dari Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Diantara kalam beliau:

“Di dalam al-Qur’an itu ada ssurah al Fatihah, atau ummul qur’an. Apa artinya “ummi”. Induknya al Qur’an, ibunya al qur’an. Kadada qur’an itu orang  mengatakan “Abul Qur’an”. Kadada. Jadi jangan hiri lawan bibinian (perempuan). Ada pula Surah “an Nisa”. Kadada surah Bapak atau surah Abu. (adanya) Surah “An Nisa” Tuhan menjelaskan, itu mengangkat harkat dan martabat bibinian. Kemudian Nabi sendiri berkata (bersabda) : “al jannati tahtal aqdamil ummahat” Kadada Nabi itu mengatakan “al jannatu tahtal aqdamil abi”. Jadi untuk mengangkat harkat dan martabat wanita tidak terlepas daripada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam”.

“Sebelum peristiwa Isra Mi’raj, dada Nabi itu dibelah. Menurut Riwayat 4 kali belah (bedah). Pertama, waktu Nabi berusia 4 tahun, waktu digaduh (diasuh) oleh Halimatus Sya’diyah. Kedua, waktu berusia 10 tahun di Padang Pasir. Ketiga, pada waktu diangkat menjadi nabi dan Rasul. Keempat, yang terakhir pada waktu Isra’ dan Mi’raj nabi besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Nang di balah itu adalah diambil hati, dibersihkan, artinya dibunagi daripada kotorankotoran atau penyakit-penyakit hati. Dibasuhnya dengan air zamzam, karena air zamzam itu adalah suci. Air sorga yang berada di dunia, iaitu air zamzam”.

“Adapun air kita ini ada 5 yang suci, pertama, air yang keluar dari telunuk Rasulullah, kedua, air zamzam, ketiga, air telaga kautsar dan keempat, air di sungai Nil, dan kelima, ia air yang ada ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar