Sabtu, 16 Mei 2026

Ustadz Noor Arif Afriandi

 


Ustadz Noor Arif Afriandi (Guru Afri) adalah salah seorang da’i ilallah dari Desa Alamatan, Kecamatan Amuntai Tengah, kabupaten Hulu Sungai Utara.

Diantara kalam beliau:

“Hati kita ini harus diasupi terus jiwa kita ini, harus diasupi terus lawan ilmu. Ibarat itu disebutkan ibaratnya setiap hari ini harus ada disirami banyu tanaman itu, minimal sekira kada karing, titiga hari siram. Sama dengan hati kita ini, setiap hari disiram dengan majelis majelis ilmu seperti ini. Dan kita, tanpa ilmu, disebutkan  di dalam Zubat, suatu nadham berbentuk sya’ir, yaitu “setiap orang nang baamal (tapi) kadada ilmunya (seperti) ilmu tuturutan, ikut ikutan (maka) amalnya kada di terima”

“Jangan sampai kita meremehkan sedikit ataupun sekecil apapun kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Maka kalau dosadosa kecil itu selalu di gawi, maka akan menumpuk menjadi banyak merembet ke dosa dosa besar”.

“Kalau  kalian berbuat baik maka akan dibalas Allah dengan kebaikan. Kalau kita berbuat kejelekan, maka kejelekkannya akan menimpa kita juga. Walaupun kita sudah bertobat. Kaena kaenanya, efeknya itu kaena kaenanya. Kebaikan begitu juga, kaena di balas Allah. Kita sudah bertaubat, tapi efeknya nang kita sudah berbuat sesuatu nang jelek, sesuatu yang maksiat, akan dibalas kaenanya. Kata Rasulullah : “Sesungguhnya kebaikan itu tidak akan sirna. Dosa, maksiat, kejelekan juga tidak akan dilupakan. Tetap dosa. Di ampuni Allah tapi itu sebuah dosa, kemaksiatan. Dan yang memberi balas tidak mati (yaitu) Allah Subhanahu wa ta’ala. Lakukan sekehandak hatimu, jar Rasulullah, sebagaimana orang yang berhutang pasti wajib bayar. Begitu juga, sebagaimana kita melakukan kebaikan pasti Allah beri kebaikan , demikian juga kita melakukan kemaksiatan, pasti Allah akan beri balasan juga apakah itu berupa musibah, apakah itu penyakit, apakah itu berupa problematika hidup”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar