KH. Hasanuddin adalah salah seorang ulama dari desa Sungai Jam Jam, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Diantara kalam beliau:
“Istiqamah adalah suatu perbuatan yang terpuji. Istiqamah dalam melaksanakan ibadah. Istiqamah melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan. Istiqamah ke mesjid i’tikaf. Istiqamah setiap waktu melaksanakan shalat berjama’ah. Istiqamah dalam menuntut ilmu. Istiqamah dalam memperbaiki diri kita zahir dan bathin. Istiqamah kita dalam mencari keridhaan Allah Subhanahu wa ta’ala. Itu namanya istiqamah, tetap pendirian”.
“Jaanganlah hidup saling menyalahkan orang. Sedalam-dalamnya lautan dapat diduga. Tapi kalau di hati manusia kita tidak tahu. Mungkin seseorang alim lebih dari pada kita, walaupun potongannya biasa-biasa saja, daripada penampilannya setengah mati, tetapi kosong”.
“Qur’an itu awalnya Fatihah, ada lagi akhirnya Fatihah. Karena surah al-Fatihah itu, menurut riwayat 2 kali turunnya. Di Makkah, di situ dulu ada tempat bernama pasar seng, tapi kalau sekarang sudah dihancurkan. Nah di situ ada tempat turunnya surah al-Fatihah. Kemudian, ketika Nabi kita berada di Madinah, turun lagi surah al-Fatihah. Inilah kebesaran surah al-Fatihah. Maka kalau shalat tidak pakai (membaca) surah al-Fatihah, tidak sah. Dimana-mana dibaca surah al-Dfatihah, (saat) tahlilal, selamatan, apapun di baca surah al-Fatihah. Tawasulpun digunakan surah al-Fatihah, karena membuka segala-galanya”.
“Amiin” tidak termasuk surah al-Fatihah. Tetapi kalau kita membaca surah al-Fatihah tidak membaca “Amiin”, (maka) kada sempurna. Amin itu kalau maknanya “istajib”. Tapi kalau tersiratnya “Amiin” itu nama Nabi kita “al-Amiin”. Sama orang berumrah. Adakah termasuk rukun umrah itu ziarah. ? Tidak ada. Rukun haji adakah termasuk ziarah? Tidak ada. Tapi kalau kita tidak ziarah ke makam Nabi, kada sempurna umrah dan haji kita. “Amiin” tidak termasuk bagian surah al-Fatihah. Bila kita kada membaca “Amiin”, kada sempurna Fatihah kita. Ziarah itu kada termasuk rukun umrah dan haji. Tapi bila kada ziarah, kada sempurna haji dan umrah kita. Inilah kemuliaan Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam”.
“Setiap manusia binasa kecuali orang yang berilmu. Orang berilmu bisa binasa karena tidak diamalkan, kecuali orang yang mengamalkan. Orang yang mengamalkanpun bisa binasa karena kerasukan-kerasukan, kemasukan-kemasukan yang menghancur daripada amal ibadah kita. Salah satunya takabbur, riya’ , ujub, dan sebagainya. Kecuali orang yang (beribadahnya) ikhlas. Nah, ikhlas ini yang bersih karena Allah semata-mata”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar