Senin, 16 Februari 2026

Ustadz Atriannor





Ustadz Atriannor adalah salah seorang da’i ilallah dari Alabio, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Diantara kalam beliau:

“Dunia ini jangan dilaknat, karena disitulah kita beramal. Artinya, cintai nang perlu kita cintai. Nang kada kita cintai, kita tinggalkan. Jadi kaidahnya, setiap sesuatu yang mendekatkan diri kepada Allah, walaupun dunia (maka) itu bukan dunia, tetapi (merupakan amalan, pen) akhirat. Dan setiap sesuatu yang menjauhkan kita dengan Allah Subhanahu wa ta’ala, maka itulah yang dinamakan dunia yang wajib kita tinggalkan.”

“Sesungguhnya kebahagiaan itu tergantung dengan kedekatam kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Makin kita dekat dengan Allah, semakin kita tu (merasakan) bahagia”.

“Kalau hendak dekat kepada Allah, kerjakan perintah Allah dan tinggalkan larangan Allah. Sekarang pertanyaannya apakah kita dapat terus menerus nang kaya itu? Nafsu itu tabiatnya memang benci kepada kebenaran dan cenderung kepada yang bathil. Begitulah tabiat nafsu kita. Tapi apabila kita mampu mengendalikannya (dengan) sabar, sedikit demi sedikit, insya Allah kita akan dapat dekat dengan Allah. Bila sudah dekat dengan Allah maka kita akan bahagia”.

“Kita bersedekah itu intinya mahutangi Allah, atau minta simpaniakan lawan Allah”.

“Bila handak turun malaikat dalam rumah, rancaki (sering-sering) baca qur’an. Bila kita membaca al-Qur’an (maka) malaikat turun, berarti iblis setan keluar:.

“Ketenangan jiwa itu adanya disini (sanubari/hati) bukan dimateri. Banyak orang sugih tapi mencari ketenangan ada nang ke gunung, ada nang ke hutan, ada nang kelautan. Sebetulnya ketenangan jiwa itu ada dalam al-Qur’an. Mana buktinya ? Siapa yang membaca al-Qur’an dengan bujur-bujur membacanya (secara) tartila, maka malaikat turun disisinya dan ketenanganpun juga umpat turun. Ituloah faedahnya orang membaca al-Qur’an”.

Ustadz Muhammad Noor Zain, S.Pd.I

 


Ustadz Muhammad Noor Zain, S.Pd.I adalah salah seorang da’i ilallah dari Desa Teluk Daun, Kecamatan Amuntai Utara. Beliau merupakan pengasuh dan pengisi majelis taklim “Raudhatul Muhibbin” Teluk Daun. Pernah mengikuti Festival Majelis Taklim Nasional 2025, dan Peserta PAI Award 2024 bidang Peningkatan Literasi al-Qur’an mewakili Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Diantara kalam beliau:

“Menjaga kesehatan rohani lebih utama dari kesehatan jasmani. Jadi rohani yang perlu kita jaga. Seperti apa sehatnya rohani itu? Seperti kita berada dalam majelis ilmu, majelis dzikir itu namanya kesehatan rohani, yang itu lebih utama dari pada kesehatan jasmani. Badan tubuh kita ini penting juga dijaga kesehatannya tetapi apabila ada 2 (dua) mana yang lebih utama, rohani atau jasmani, maka rohani lebih utama, seperti menjaga hati daripada sifat iri, dengki, dendam, hasad, dan sebagainya”.

“Sakit jasmani berakhir pada kematian, sakit rohani berakhir neraka. Makanya tadi kalaulah jasmani kita yang sakit paling-paling ujung-ujungnya adalah meninggal, tapi kalau rohani kita yang sakit, hati kita yang sakit, maka berakhir di neraka”.

:Beribadah atau mengabdi kepada Allah. Makna beribadah ini adalah supaya mereka mengenal kepada Allah dan lorong atau jalan untuk mengenal Allah adalah dengan ibadah. Jadi bila orang itu benar-benar makrifat kepada Allah,maka ibadahnya tidak ketinggalan, tidak ditinggalkannya”.

“Cara mengenal Allah adalah dengan cara beribadah”

“Bila ma’rifatnya saja yang digawi, ma’rifat saja yang dikerjakan, yang dipegang kuat tetapi ibadanya ditinggalkan, maka orang ini adalah orang yang tertipu”

“Calon penghuni sorga selalu dapat kemudahan untuk beribadah. Jadi bi;a kita diberikan Allah Ta’ala Taufiq Hidayah (yaitu) ada hati ingin beribadah, berarti itu ada calon penghuni sorga”.

Guru Ahmad Makki

 


Guru Ahmad Makki adalah salah seorang da’i ilallah dari Desa Padang Darat, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Diantara kalam beliau:

“Kenapa Nabi menyuruh bertaubat? Karena kitaini maklumlah ngarannya manusia, ada tasalah, ada takhilaf, baik sadikit atau banyak, disengaja atau kada, zahir atau bathin, lalu disuruh Nabi bertaubat. Wayah apa (Kapan) ? Baisukan kawa (pagi bisa), hari siang kawa, kamarean (sore) kawa, malam kawa, imbah sahur kawa, subuh pagi kawa bertaubat. Nabi menyuruh sebelum mati, lebih baik kita bertaubat badahulu sebelum orang menaubatkan kita”.

“Rancak (sering) bertaubat hati lapang. Salah satu cara untuk melapangkan hati (yaitu) banyaki beristighfar lawan Allah Subhanahu wa ta’ala. Bila lapang hati tu napa haja nyaman bangat. Bila hati lapang, nyaman awak”.

Ustadz Syarwani Abdan

 


Ustadz Syarwani Abdan adalah salah seorang da’i ilallah dari Desa Banjang, Kecamatan Baanjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Diantara kalam beliau:

“Taubat ini mun masalahnya baurusan wan manusia tahawat sedikit (agak sulit) daripada wan Allah Ta’ala haja. Mun wan manusia kita kada cukup wan istighfar. Astaghfirullah, astaghfirullah jar. Istighfar tapi barang orang kada dibulikkan (dikembalikan), beristighfar segala macam, tapi bendanya kada dikembalikan”.

“Jika kita tu dusta, salah tuh, akui diri kita yang salah, jangan setan terus yang disalahkan. “Ikam napa kada sembahyang?” “Setan pang” jar (mengganggu) padahal kita yang salahnya. Artinya kita merasa iktirat itu diri kita yang salah, lain menyalahkan setan”.

Guru Muhammad Zainal Ilmi (Guru Padang Darat)


Guru Muhammad Zainal Ilmi (Guru Padang Darat), adalah salah seorang da’i ilallah dari desa Padang Darat, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Diantara kalam beliau:

“Dan diantara tanda-tandanya orang shaleh yaitu apabila membaca al-Qur’an, selalu menangis”

“Orang yang ikhlas itu, yang penting bila ada bendanya dibagi, itu tandanya orang bujur, kaya apakah- kaya apakah kada mamikirakan”

“Ada mazhab Imam Abu Hanifah, ada mazhab Imam Syafi’i, ada mazhab Imam Malik, ada mazhab Imam Ahmad bin Hanbal. 4 (empat) mazhab itu berselisih. (Namun) perselisihan disini merupakan berkah. Sama dengan wali. Imbah mati wali saikung ada pulang wali yang timbul. Ada yang tuha ada yang anum jadi wali, ada yang menengah, ada yang bibinian. Semuanya itu diulahakan Tuhan sebagai eahmat keberkahan, supaya kita ini kawa maambil berkah”.

Senin, 05 Januari 2026

KH. Muhammad Ramli bin H. Qasim


 KH. Muhammad Ramli bin H. Qasim adalah salah seorang ulama yang berasal dari desa Lok Soga,     Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Beliau lahir pada hari Senin, 22 Juni 1863 (bertepatan dengan 6 Muharram 1280 H).

Ustadz A. Muhiddin

 


Ustadz A. Muhiddin, adalah salah seorang da’i ilallah dari Desa Kutai Kecil, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Diantara kalam beliau:

“Kalau bulan rajab adalah Syahrullah. Rajab itu bulannya Allah Ta’ala. Sya’ban itu adalah Syahri. Bulan Sya’ban itu adalah bulanku (Nabi). Jadi bulan Sya’ban itu banyaki bershalawat, karena itu bulan Rasul. Kata Guru Sekumpul, para wali-wali diangkAT PADA BULAN Sya’ban. Orang ini misalnya diangkat jadi wali di bulan Sya’ban. Kalau bulan Ramadhan itu adalah Syahru Ummati, bulan ummatku, bulannya ummat Rasulullah. Kita nang ampunnya. Ibarat bini (istri) tu kita ampunnya (memilikinya). Handak kita apa-ikah, jahat kita jua, nang baik kita jua ujungnya. Banyaki, sadangi, dikiti, tasarah kita”.

“Agama itu harus dirasa dimiliki oleh orang sabarataan (semuanya), bukan untuk orang arab saja. Artinya, orang ke padang (ladang), kawa sembahyang dengan pakaian kepadangnya. Polisi kawa sembahyang dengan pakaian polisinya. Pegawai kawa sembahyang dengan pakaian pegawainya. Jadi agama itu Kaffata linnaas, untuk orang banyak. Bukan menyusahkan, bukan menyulitkan. Jadi agama itu menyenangkan, mudahkan jangan dipersulit, gembirakan orang jangan diberi sedih”.

Ustadz Abdul Lathif

 



Ustadz Abdul Latif, adalah salah seorang da’i ilallah dari Desa Kota Raden, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Diantara kalam beliau:

“Puasa ini ternyata banyak manfaatnya bagi kita. Banyak Sirr dan rahasia didalam berpuasa. Maka diantara Sirr dan rahasia puasa yang di komfirmasi dalam kitab Sairus salikin karangan Syekh Abdussamad al-Falimbani, ujar sidin (beliau) yang menterjemahkan kitab Ihya Ulumuddin karangan Imam Ghazali, (dimana) rahasia puasa itu salah satunya terletak pada laparnya”.

“Shalat itu amalannya malaikat. Sejak takbiratul ihram sampai salamnya itu amalannya para malaikat. Kita ini berpotensi mengsamalkan amalan-amalan para malaikat, yang salah satunya adalah juga berpuasa. Jadi tambah lapar kita tambah bagus. Karena kata Syekh Abdussamad al-Falimbani, rasa lapar itu dapat membarasihi hati, yang mana hati itu terhubung kepada rohaniah seseorang”.

“Ingat mati dapat memotivasi kita untuk beramal shaleh, dapat memotivasi kita untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala”.